Search This Blog

Ads mobile

Wednesday, August 26, 2015

Obligasi Sarana Investasi


Obligasi Sebagai Instrumen Berinvestasi
Obligasi merupakan efek pendapatan tetap (fixed Income) yang berupa surat berharga, atau sertifikat berisi kontrak pengakuan utang pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi dari investor.Secara umum,Penerbit Obligasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Negara, yang berupa Surat Utang Negara (SUN),  ORI (Obligasi Ritel) serta SPN;
  • Korporasi, berupa Obligasi Korporasi;
  • Badan hukum asing , berupa foreign bond, seperti: Maple Bond (canada), kangaroo bond(Australia), dll;
  • Lembaga supranasional, Contohnya seperti Bank Investasi Eropa (European Investment Bank)melalui Mata uang asing berupa Euro-bond.

Proses penerbitan obligasi umumnya dijamin melalui penjamin emisi , dan dikenal dengan istilah "underwriting". Proses penjualan obligasi, biasanya pemerintah melakukan proses lelang. Berbagai fitur obligasi yang dapat dilihat dalam meng-observasinya sebagai instrumen berinvestasi. Fitur - fitur yang ada di dalam sebuah obligasi, antara lain:
  • Nilai nominal
  • Harga penerbitan
  • Tanggal jatuh tempo
  • Kupon
  • Dokumen resmi
  • Hak opsi: hak pe-lunas-an, dan hak jual, 
  • Dana jaminan (sinking fund): obligasi konversi dan obligasi tukar( ExchangEable bond, "XB")


Jenis Obligasi berdasarkan kupon yang diterbitkan dilihat dari aspek perpajakan dapat digolongkan menjadi 3 :
  • Fixed rate bond
    • Besar imbalan diterima dengan nilai tetap hingga obligasi jatuh tempo;
  • Floating rate bond
    • Besar imbalan diterima bervariasi secara periodik sesuai kondisi pasar;
  • Zero-coupon bond 
    • tidak memiliki imbalan periodik, sehingga obligasi diterbitkan dengan harga ter-diskon.
Harga pasar Obligasi ditentukan oleh mekanisme pasar yang dipengaruhi beberapa faktor berikut :
  • Kondisi Ekonomi suatu negara
  • Tingkat inflasi
  • Kebijakan tingkat suku bunga
  • Tingkat bunga
  • Kepastian pembayaran bunga dan pokok
Transaksi Obligasi dapat dilakukan di bursa, maupun diluar bursa (pasar primer, maupun pasar sekunder). Hal ini disebabkan jenis dan tujuan obligasi yang berbeda - beda saat diterbitkan.Tujuan tujuan penerbitan obligasi ber-aneka ragam. Biasanya penerbitan surat utang memiliki daya tarik dan keunggulan tertentu dalam jenis obligasi yang diterbitkan. Berbagai jenis obligasi yang pernah ada di dunia, berdasarkan tujuan-nya beraneka ragam, baik yang masih berjalan maupun yang telah dilarang penerbitan-nya. Jenis - jenis obligasi berdasarkan tujuannya antara lain:

  1. Obligasi suku bunga tetap: kupon bunga dengan besaran tetap dibayarkan selama obligasi berlaku;
  2. Obligasi suku bunga mengambang (floating rate note);
  3. Obligasi ber-imbal hasil tinggi (junk bond);
  4. Obligasi tanpa bunga (zero copupon bond);
  5. Obligasi inflasi (inflation linked bond);
  6. Obligasi indeks: berbasis ekuiti (equity linked note) dan mengacu pada indeks sebagai indikator bisnis;
  7. Obligasi Sub-ordinasi: diterbitkan karena terjadi likuiditas;
  8. Obligasi abadi: tidak memiliki masa jatuh tempo;
  9. Obligasi atas unjuk: sering disalahgunakan untuk menghindari pajak, dan telah diberhentikan sejak tahun 1982;
  10. Obligasi tercatat: didaftar dan dicatat oleh penerbit;
  11. Obligasi daerah, di Amerika dikenal dengan nama municipal bond;
  12. Obligasi tanpa warkat (Book Entry bond);
  13. Obligasi lotre (Lottery Bond)
  14. Obligasi perang (war bond)
  15. Efek beragun Aset, sebagai contoh KPR (kredit perumahan rakyat).

 pasar primer dan sekunder memberikan peran utama dalam perdagangan obligasi resmi. Kedua pasar tersebut kini telah menjadi tempat yang tepat dalam memperoleh salah satu instrumen berinvestasi, yaitu Obligasi. Penjelasan mengenai kedua pasar tersebut dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Pasar primer, yaitu tempat memperdagangkan obligasi saat mulai diterbitkan. Biasanya saat penerbitan obligasi dicatat di bursa efek. Di Indonesia dapat kita temui pasar ini di BEI (Bursa Efek Indonesia);
  2. Pasar sekunder, merupakan tempat diperdagangkan obligasi setelah diterbitkan dan tercatat di Bursa efek. Perantara pasar sekunder dalam memperdagangkan obligasi, dikarenakan pada saat ini semua transaksi dilakukan secara Over the Counter, artinya tidak ada tempat perdagangan fisik. Pihak - pihak yang berkaitan dapat berhubungan dengan fitur - fitur perangkat elektronik dan melakukan online trading


No comments:

Post a Comment