Search This Blog

Ads mobile

Saturday, December 5, 2015

SEMINAR MARKET OUTLOOK 2016 GRATIS

PHILLIP SECURITIES ADAKAN SEMINAR MARKET OUTLOOK 2016 GRATIS.
Ingin tau Bagaimana prediksi Bursa Saham Indonesia di tahun 2016?
Ingin tau apa saja sektor di bursa saham yang cukup bagus untuk diamati?
Bagaimanakah strategi Investasi untuk tahun 2016?
Semua diulas dan disampaikan oleh orang-orang yang sudah berpengalaman di Pasar Modal.

Datang di seminar Market Outlook 2016!!
Tanggal            : Sabtu, 12 December 2015
Waktu               : 09.00 – 13.00 WIB
Tempat             : Hall – Bursa Efek Indonesia, IDX Tower 1st Tower Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53 Jakarta

Topik :
- Jakarta Composite Index Estimate for 2016 and Key Market Drivers
- Macroeconomic Outlook 2016
- Top-Picked Sectors Outlook
- Investment Strategy for 2016

Pembicara :
Gilman Pradana Nugraha - Education Division of Indonesia Stock Exchange
Gunawan Sutanto : Head of Equity Research - Phillip Securities Indonesia
Milka Mutiara : Equity Analyst - Phillip Securities Indonesia
Martha Christina : Equity Analyst - Phillip Securities Indonesia
Edward Lowis : Equity Analyst - Phillip Securities Indonesia
Ricky Rachmatulloh : Manulife Asset Manajemen Indonesia

Moderator :
Jimmy Dimas Wahyu

Format Pendaftaran :
Nasabah
SMS format : Market Outlook [spasi]  POEMS ID

Non nasabah
SMS format : Market Outlook [spasi] Nama Lengkap [spasi] No Handphone [spasi] Alamat Email

Send to : 0857-8083-5277 (paling lambat 11 Desember 2015)

*ACARA INI GRATIS & TEMPAT TERBATAS.
Pendaftar yang tidak terpilih dan tetap datang di tempat acara, mohon maaf akan kami tolak dikarenakan adanya keterbatasan tempat.

“Be A Smart Investor With Phillip Securities Indonesia”

Sumber: http://www.poems.co.id/htm/Freeducation/LPNewsletter/v40/news06_v40_popUp.html

Tuesday, September 22, 2015

INFO SEMINAR: MSCI Indonesia Index dan FTSE China A50, 25 September 2015

Perluas pengetahuan Anda mengenai MSCI Indonesia Index dan FTSE China A50 dengan menghadiri seminar pada :
Topic : Outlook & Peluang Bertransaksi MSCI Indonesia Index & FTSE China A50
Tanggal : Jumat, 25 September 2015
Waktu : Pk 14.00 - Pk 16.00
Tempat : ANZ Tower Level 23B Jln. Jend. Sudirman Kav 33A Jakarta

Tempat terbatas! segera daftarkan diri Anda ke :
www.phillipfutures.co.id | (021) 5790 6525 | futures@phillip.co.id
Terima kasih
Best Regards,
PT Phillip Futures
member of PhillipCapital
Facebook : ptphillipfutures
Twitter : @phillipfutures

Friday, August 28, 2015

Sudut Kebijakan Moneter Rupiah


Saat ini sedang marak mengenai realitas nilai rupiah yang anjlok mencapai angka Rp 14.000-an(28/08/2015), bahkan muncul nada sindiran terhadap mata uang rupiah, apakah benar nilai tersebut mengartikan kondisi buruk ? Atau sesuatu akan berdampak krisis di kemudian hari? Jawaban fenomena ini dipengaruhi kebijakan moneter suatu negara. Efek domino yang terjadi sekarang ini diakibatkan menguat-nya mata uang Dolar Amerika Serikat terhadap mata uang lain di dunia. Bukan hanya negara Indonesia yang mengalami pe-lemah-an nilai mata uang, tetapi negara lain yang melakukan perdagangan menggunakan Dolar Amerika, sebagai mata uang perdagangan internasional juga mengalami dampak yang sama, bahkan lebih. 

Perdagangan suatu negara terdiri atas aktivitas Ekspor dan Impor, dimana Ekspor berarti menjual produk, jasa , atau hasil alam ke negara lain sebaliknya Impor berarti membeli atau memasukkan sesuatu dari negara lain.Dalam perdagangan suatu negara memiliki keterkaitan erat dengan kurs valuta suatu negara, dimana bila mata uang suatu negara murah akan menyebabkan harga-harga barang yang di-ekspor menjadi murah oleh negara lain tanpa perlu effort lebih untuk mengefisienkan nilai barang. Sebaliknya bagi perusahaan produsen, bila kurs suatu negara menguat, maka akan menyebabkan harga barang jasa suatu negara menjadi mahal bagi negara lain. Kebijakan tersebut sering kali di dalam ekonomi disebut sebagai kebijakan makro oleh pemerintah, yang berkaitan dengan moneter.

Implikasi dan tujuan kurs valuta sengaja di-lemahkan atau dikuatkan oleh kebijakan moneter suatu negara, agar neraca perdagangan membaik sesuai tujuan arah ekonomi negara. Bagi negara produsen atau eksportir, tentu mengeluarkan kebijakan pe-lemah-an mata uang agar secara luas nilai barang menjadi kompetitif untuk dibeli oleh negara lain. Fenomena ini mengakibatkan nilai ekspor naik, permintaan tinggi, perusahaan produsen melakukan ekspansi yang pada akhirnya jumlah permintaan tenaga kerja meningkat menghasilkan pertumbuhan ekonomi suatu negara tinggi.

namun bagi negara importir akan lebih dominan mengeluarkan kebijakan menguatkan mata uang, agar produk impor menjadi lebih murah dengan inflasi rendah, sehingga mempengaruhi konsumsi dan pendapatan rakyat.Arah kebijakan ekonomi suatu negara tentu berubah-rubah sesuai kondisi makro ekonomi suatu negara.Lantas apakah rupiah menyentuh level terendah saat ini baik atau buruk? 
Begitu pula arah kebijakan ekonomi negara Indonesia saat ini adalah menjadi negara produsen, tentu semakin rendah nilai mata uang akan semakin baik dan murah produk yang dijual ke negara lain. Hal yang sering dikhawatirkan masyarakat, akibat dampak dari pe-lemah-an mata uang adalah naiknya inflasi atas barang impor. Namun apabila suatu negara produsen berhasil memproduksi barang kebutuhan pokok di dalam negeri dengan tanpa perlu melakukan impor, maka dampak pe-lemah-an nilai mata uang tidak akan menyebabkan inflasi pokok.

Faktor-faktor perubahan nilai suatu mata uang antara lain :
  • Mekanisme kekuatan pasar mata uang dunia
  • Neraca perdagangan suatu negara
  • Kondisi Ekonomi , kebijakan dan politik
  • Spekulasi dan ekspektasi mata uang suatu negara
  • suku bunga suatu negara
  • Inflasi suatu negara
  • tingkat pengangguran
  • tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara
Investasi pada mata uang merupakan investasi likuid, selama negara suatu mata uang dalam keadaan baik (tidak dalam keadaan perang, kesulitan ekonomi). Umumnya investor mata uang akan membeli suatu mata uang yang di-proyeksi-kan akan menguat sebagai contoh apabila mata uang Renminbi (RMB) "CNY" di-proyeksi-kan akan selalu menguat maka investor akan mendapatkan capital gain atas imbal hasil kenaikan nilai mata uang china tersebut, dan secara langsung mengamankan aset terhadap dampak pelemahan mata uang asal maupun atas kenaikan inflasi.
Pergerakan update nilai mata uang dunia dapat dilihat pada situs ini pada kolom sebelah kanan.
Selamat Ber-Investasi !, Masyarakat yang cerdas merupakan masyarakat yang melek Investasi.

nilai tukar rupiah 28/08/2015


Wednesday, August 26, 2015

Obligasi Sarana Investasi


Obligasi Sebagai Instrumen Berinvestasi
Obligasi merupakan efek pendapatan tetap (fixed Income) yang berupa surat berharga, atau sertifikat berisi kontrak pengakuan utang pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi dari investor.Secara umum,Penerbit Obligasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Negara, yang berupa Surat Utang Negara (SUN),  ORI (Obligasi Ritel) serta SPN;
  • Korporasi, berupa Obligasi Korporasi;
  • Badan hukum asing , berupa foreign bond, seperti: Maple Bond (canada), kangaroo bond(Australia), dll;
  • Lembaga supranasional, Contohnya seperti Bank Investasi Eropa (European Investment Bank)melalui Mata uang asing berupa Euro-bond.

Proses penerbitan obligasi umumnya dijamin melalui penjamin emisi , dan dikenal dengan istilah "underwriting". Proses penjualan obligasi, biasanya pemerintah melakukan proses lelang. Berbagai fitur obligasi yang dapat dilihat dalam meng-observasinya sebagai instrumen berinvestasi. Fitur - fitur yang ada di dalam sebuah obligasi, antara lain:
  • Nilai nominal
  • Harga penerbitan
  • Tanggal jatuh tempo
  • Kupon
  • Dokumen resmi
  • Hak opsi: hak pe-lunas-an, dan hak jual, 
  • Dana jaminan (sinking fund): obligasi konversi dan obligasi tukar( ExchangEable bond, "XB")


Jenis Obligasi berdasarkan kupon yang diterbitkan dilihat dari aspek perpajakan dapat digolongkan menjadi 3 :
  • Fixed rate bond
    • Besar imbalan diterima dengan nilai tetap hingga obligasi jatuh tempo;
  • Floating rate bond
    • Besar imbalan diterima bervariasi secara periodik sesuai kondisi pasar;
  • Zero-coupon bond 
    • tidak memiliki imbalan periodik, sehingga obligasi diterbitkan dengan harga ter-diskon.
Harga pasar Obligasi ditentukan oleh mekanisme pasar yang dipengaruhi beberapa faktor berikut :
  • Kondisi Ekonomi suatu negara
  • Tingkat inflasi
  • Kebijakan tingkat suku bunga
  • Tingkat bunga
  • Kepastian pembayaran bunga dan pokok
Transaksi Obligasi dapat dilakukan di bursa, maupun diluar bursa (pasar primer, maupun pasar sekunder). Hal ini disebabkan jenis dan tujuan obligasi yang berbeda - beda saat diterbitkan.Tujuan tujuan penerbitan obligasi ber-aneka ragam. Biasanya penerbitan surat utang memiliki daya tarik dan keunggulan tertentu dalam jenis obligasi yang diterbitkan. Berbagai jenis obligasi yang pernah ada di dunia, berdasarkan tujuan-nya beraneka ragam, baik yang masih berjalan maupun yang telah dilarang penerbitan-nya. Jenis - jenis obligasi berdasarkan tujuannya antara lain:

  1. Obligasi suku bunga tetap: kupon bunga dengan besaran tetap dibayarkan selama obligasi berlaku;
  2. Obligasi suku bunga mengambang (floating rate note);
  3. Obligasi ber-imbal hasil tinggi (junk bond);
  4. Obligasi tanpa bunga (zero copupon bond);
  5. Obligasi inflasi (inflation linked bond);
  6. Obligasi indeks: berbasis ekuiti (equity linked note) dan mengacu pada indeks sebagai indikator bisnis;
  7. Obligasi Sub-ordinasi: diterbitkan karena terjadi likuiditas;
  8. Obligasi abadi: tidak memiliki masa jatuh tempo;
  9. Obligasi atas unjuk: sering disalahgunakan untuk menghindari pajak, dan telah diberhentikan sejak tahun 1982;
  10. Obligasi tercatat: didaftar dan dicatat oleh penerbit;
  11. Obligasi daerah, di Amerika dikenal dengan nama municipal bond;
  12. Obligasi tanpa warkat (Book Entry bond);
  13. Obligasi lotre (Lottery Bond)
  14. Obligasi perang (war bond)
  15. Efek beragun Aset, sebagai contoh KPR (kredit perumahan rakyat).

 pasar primer dan sekunder memberikan peran utama dalam perdagangan obligasi resmi. Kedua pasar tersebut kini telah menjadi tempat yang tepat dalam memperoleh salah satu instrumen berinvestasi, yaitu Obligasi. Penjelasan mengenai kedua pasar tersebut dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Pasar primer, yaitu tempat memperdagangkan obligasi saat mulai diterbitkan. Biasanya saat penerbitan obligasi dicatat di bursa efek. Di Indonesia dapat kita temui pasar ini di BEI (Bursa Efek Indonesia);
  2. Pasar sekunder, merupakan tempat diperdagangkan obligasi setelah diterbitkan dan tercatat di Bursa efek. Perantara pasar sekunder dalam memperdagangkan obligasi, dikarenakan pada saat ini semua transaksi dilakukan secara Over the Counter, artinya tidak ada tempat perdagangan fisik. Pihak - pihak yang berkaitan dapat berhubungan dengan fitur - fitur perangkat elektronik dan melakukan online trading


Monday, August 24, 2015

Dunia Investasi Emas

                                     Dunia Investasi Emas
Bentuk dan kandungan emas


Emas merupakan logam berwarna kuning yang memiliki titik lebur pada suhu 1.065 derajat Celcius. Emas tahan terhadap asam, dan larut pada air raja dengan membentuk ion tetrakloroaurat, serta larut dalam sodium sianida dengan membentuk garam emas kompleks, baik monovalen, maupun trivalen. Emas mudah di-reduksi menjadi logam. Di dalam tabel periodik, emas memiliki simbol Au (Aurum), dengan nomor atom 79.

Emas batangan biasanya memiliki kadar 24 karat (99.99%), sedangkan perhiasan emas umumnya dibawah 24 karat, 22 karat, dan 18 karat, yang tergantung pada daya beli masyarakat. Kadar emas  yang lebih rendah daripada emas murni 24 karat digunakan pada perhiasan, agar perhiasan tidak terlalu lembek, dan tidak mudah rusak / patah. Emas 22 karat, berarti punya kadar 22/24 X 100% = 91,66%. Biasanya campuran (filller) yang digunakan berasal dari logam tembaga kuning.
fine gold 99.99%

Emas pada masa silam dipakai sebagai mata uang (uang barang) yang umumnya berbentuk koin dan perhiasan, dengan transformasi zaman, emas saat ini dipergunakan lebih luas seperti komponen elektronik, lapisan atau campuran alat pertambangan dan manufaktur.

Dalam dunia investasi emas sering disebut hard currency zero inflation, dimana harga emas selalu bernilai stabil. Sebagai contoh,  harga 1 rumah 20 tahun yang lalu senilai 1 kg emas, begitu pula dengan harga rumah zaman sekarang memiliki nilai yang sama. Disini terjadi transfer kekayaan dari suatu periode zaman ke zaman berikutnya dengan perbandingan nilai yang sama.

Emas merupakan instrumen investasi paling likuid dibandingkan instrumen investasi yang lain. Contohnya, kasus Negara Zimbabwe yang mengalami inflasi tinggi, dimana harga sebuah roti senilai 1 triliun dolar zimbabwe. Bukti ini menunjukan uang kartal dan giral sudah tidak menjamin investasi masyarakat negara tersebut. Rakyat negara tersebut kembali menggunakan emas untuk transaksi ekonomi mereka maupun sebagai alat penimbunan kekayaan yang aman.

Keunggulan emas dibanding alat tukar yang lain menjadi sorotan tersendiri dalam dunia investasi. Perekonomian yang tidak stabil di era modern, menyebabkan emas menjadi instrumen investasi favorit masyarakat, baik konservatif maupun modern. Instrumen investasi ini populer dalam mengurangi resiko ber-investasi. Keunggulan emas tidak diragukan lagi dari zaman perundagian, pada zaman prasejarah, hingga sekarang ini. Kebutuhan sektor industri terhadap emas menjadi faktor lain dalam mempengaruhi lonjakan harga emas. Emas memiliki keunggulan sebagai instrumen investasi jika dibandingkan instrumen lain antara lain :
  • Emas merupakan uang barang yang likuid sepanjang masa.
  • Permintaan emas stabil, dan terjaga nilainya.
  • Harga emas ditentukan mekanisme pasar sehingga dapat dijadikan sebagai alat spekulatif yang aman.
  • Emas mudah disimpan, memiliki daya tahan tinggi, dan mudah dijual;
  • Emas menjadi dasar nilai uang kartal suatu negara.

Harga Emas tahun 1994 - 2015

Harga emas pada tahun 1994 sebesar Rp24.523.103,00 / kg, sedangkan pada tahun 2015 sebesar Rp551.363.667,00 / kg. Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa harga emas selalu melonjak mengikuti inflasi nilai tukar valuta, maupun barang dan jasa yang beredar di pasar. Kenaikan harga yang signifikan tersebut dipengaruhi oleh permintaan pasar emas di seluruh dunia.

Berinvestasi pada Emas dapat dilakukan dengan cara konvensional dengan membeli emas batangan atau perhiasan, kemudian menyimpan dan menjual pada saat dibutuhkan. Adapun cara lain, yaitu dengan teknik modern dengan membeli kontrak berjangka emas di bursa efek. Membeli efek ekuitas pada sebuah perusahaan pertambangan emas, hingga ikut penyertaan kolektif pendanaan proyek yang berhubungan dengan emas dapat dilakukan oleh investor untuk menjaga nilai investasi mereka.


   

Friday, August 21, 2015

Investasi Pada Efek


Efek merupakan surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal. Investasi pada efek, bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan berupa "Saham". Efek dapat berupa:
1. Saham,
2. Surat pengakuan Utang,
3. Surat Berharga Komersial,
4. Obligasi (Tanda bukti utang)
5. Unit penyertaan kontrak investasi kolektif,
6. Kontrak berjangka atas efek, dan
7. Setiap derivatif dari efek.

Saham merupakan Efek sebagai bukti penyertaan atau kepemilikan dalam suatu perusahaan yang memberikan imbal hasil atas investasi bersifat variabel tergantung dari kemampuan investor dalam mengelolanya. Banyak sekali pihak yang berkepentingan dalam saham. Tanggung jawab dan hak para investor dan pihak - pihak yang berkepentingan (stakeholders) dijamin secara hukum oleh undang - undang yang berlaku di suatu negara. Karakteristik secara hukum bagi stake holder (pemegang saham / pemilik efek saham / investor saham) dapat dibagi menjadi:
  • Unlimited Control
    • Investor saham secara kolektif akan menentukan arah dan tujuan kebijakan perusahaan;
  • Limited Risk
    • Investor saham hanya bertanggung jawab terhadap sejumlah dana yang disetor-kan dalam perusahaan;
  • Residual Claim
    • Investor saham sebagai Pihak terakhir yang memperoleh pembagian hasil usaha perusahaan dan sisa aset dalam proses likuidasi perusahaan, setelah kreditor.
Saham diperdagangkan di Bursa pasar modal yang diatur dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar Teratur, Wajar dan Efisien serta dijamin oleh Lembaga Penyelenggara Program Perlindungan Investor (Securities Investor Protection Fund "SIPF"), serta memiliki kepastian hukum yang diatur dengan Undang-Undang Pasar Modal & Peraturan Pemerintah.

Ada 2 jenis saham yang dikenal, yaitu: Saham Preferensi & Saham Biasa (Preferences & Common Stocks),dimana transaksi saham dilakukan dalam ukuran Lot. Perhitungan skala 1 lot memuat 100 lembar saham. Dengan demikian, setiap perubahan harga saham harus mengikuti ukuran fraksi harga yang telah ditentukan.

Hak pemegang saham preferensi lebih diutamakan dibanding saham biasa. Biasanya, hal tersebut dapat terlihat pada saat pembagian deviden. Akan tetapi dalam pemilihan direksi, pemilik saham biasa memiliki hak dalam memilih dibandingkan pemilik saham preferensi. Poin ini sangat bertolak belakang dengan apa yang didapatkan sebagai seorang investor. Masing - masing memiliki keunggulan dalam masalah hak, namun tidak dipungkiri lagi, saham preferensi lebih diminati para investor papan atas.

Di era Informasi saat ini saham telah berbentuk scriptless, dimana hampir seluruh prosesnya dilakukan dengan sistem elektronik. Berbeda jauh dengan awal perkembangan transaksi saham di dunia, pencatatan dilakukan secara manual oleh para pialang saham / broker.
Efek saham memiliki sifat yang sama dengan uang berdasarkan jumlah, jenis dan kelas efek.Harga efek pada bursa sepenuhnya berdasarkan mekanisme kekuatan pasar. Mekanisme Transaksi jual beli efek saham tersebut dilakukan di Pasar Modal yang terdiri atas Pasar Perdana & Pasar Sekunder.



Wednesday, August 19, 2015

INVESTASI

Investasi disebut juga penanaman modal. Beberapa produknya disebut juga efek atau surat berjangka, obligasi, emas, properti, saham dan lain sebagainya. Investor mengharapkan suatu akumulasi aktiva agar mendapat-kan keuntungan di masa yang akan datang. Dengan demikian, seorang akan menanamkan modal-nya yang berupa barang aset / kas uang dengan mengharapkan profit di masa yang akan datang dalam bentuk produk/kegiatan investasi.

Modal dalam berinvestasi bermacam-macam, karena dapat mencakup bentuk fisik dan non-fisik. Bentuk fisik modal dapat berupa, aset yang berupa barang seperti perhiasan, uang dan berbagai bentuk benda berharga lainnya. Sedangkan modal non-fisik dapat berupa ide, waktu, tenaga/keahlian, dan lainnya. Jadi di dalam berinvestasi secara umum tidak selalu didasari pada modal financial, akan tetapi modal non-fisik juga mempengaruhi-nya. Modal finansial berupa uang/kas lebih dipilih karena memiliki likuiditas yang tinggi dibanding instrumen modal lainnya.

Investasi dapat dilakukan dalam berbagai macam bentuk. Bentuk - bentuk investasi, antara lain:
1. Investasi Properti (tanah/bangunan), dengan harapan meningkatnya harga tanah di masa yang akan datang, akibat populasi dan sempit-nya lahan, serta meningkatnya aktivitas perekonomian masyarakat.
2. Investasi Saham, diharapkan perusahaan atau emiten yang bersangkutan mendapat keuntungan dari performa kerja atau hasil riset tertentu.
3. Investasi Valuta Asing, diharapkan investor mendapat keuntungan dari selisih nilai tukar mata uang pada jangka waktu tertentu.
4. Investasi Pendidikan, dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan seseorang, diharapkan memudahkan mencari pekerjaan atau melakukan aktivitas ekonomi, sehingga mendapatkan keuntungan ekonomis.

Dalam berinvestasi perlu menetapkan durasi tujuan berinvestasi, agar pengukuran profitabilitas instrumen investasi dapat dilakukan. Ada 3 tujuan berinvestasi, yaitu:
1. Tujuan jangka panjang;
2. Tujuan jangka menengah;
3. Tujuan jangka pendek.

Setiap investasi tentu memiliki resiko. Resiko - resiko tersebut dikelola sedemikian rupa untuk mendapatkan keuntungan nilai investasi yang maksimal. Dengan adanya resiko, investor dapat mengawasi produk investasi mereka dengan berbagai portofolio yang tepat, sehingga manajemen resiko dapat dilakukan dalam menjaga nilai investasi mereka. Ada 3 macam resiko dalam investasi:
1. High risk.
2. Medium Risk;
3. Low Risk.

Resiko dalam berinvestasi di sini, maksudnya adalah seberapa besar modal yang dikeluarkan, dan seberapa besar tingkat pengembalian / keuntungan yang didapatkan. Ada yang mengatakan High Risk High Return, dimana resiko yang besar akan mendapatkan tingkat pengembalian yang besar pula. Konsep ini mulai ditinggalkan oleh sebagian kalangan, karena bukan permasalahan seberapa besar resiko-nya, akan tetapi bagaimana investor mengelola resiko tersebut untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang baik. Sebenarnya tingkat pengembalian dalam ber-investasi dapat dirancang oleh investor sebelum mereka memilih instrumen berinvestasi yang cocok dengan diri mereka.

Apabila para investor kurang mengerti tentang cara berinvestasi, sekarang telah banyak konsultan investasi dan jasa keuangan yang siap melayani. Akan tetapi, pengetahuan dalam berinvestasi sangat diperlukan oleh para investor, walaupun mereka awam. Hal ini bertujuan untuk menghindari kriminal dan penipuan yang dilancarkan sekelompok kalangan yang tidak bertanggung jawab. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah di Indonesia mendirikan OJK(Otoritas Jasa Keuangan) untuk mengawasi dan menanggulanginya. Dengan demikian keamanan berinvestasi di Indonesia lebih aman dan kondusif dari pada sebelumnya.