Search This Blog

Ads mobile

Monday, August 24, 2015

Dunia Investasi Emas

                                     Dunia Investasi Emas
Bentuk dan kandungan emas


Emas merupakan logam berwarna kuning yang memiliki titik lebur pada suhu 1.065 derajat Celcius. Emas tahan terhadap asam, dan larut pada air raja dengan membentuk ion tetrakloroaurat, serta larut dalam sodium sianida dengan membentuk garam emas kompleks, baik monovalen, maupun trivalen. Emas mudah di-reduksi menjadi logam. Di dalam tabel periodik, emas memiliki simbol Au (Aurum), dengan nomor atom 79.

Emas batangan biasanya memiliki kadar 24 karat (99.99%), sedangkan perhiasan emas umumnya dibawah 24 karat, 22 karat, dan 18 karat, yang tergantung pada daya beli masyarakat. Kadar emas  yang lebih rendah daripada emas murni 24 karat digunakan pada perhiasan, agar perhiasan tidak terlalu lembek, dan tidak mudah rusak / patah. Emas 22 karat, berarti punya kadar 22/24 X 100% = 91,66%. Biasanya campuran (filller) yang digunakan berasal dari logam tembaga kuning.
fine gold 99.99%

Emas pada masa silam dipakai sebagai mata uang (uang barang) yang umumnya berbentuk koin dan perhiasan, dengan transformasi zaman, emas saat ini dipergunakan lebih luas seperti komponen elektronik, lapisan atau campuran alat pertambangan dan manufaktur.

Dalam dunia investasi emas sering disebut hard currency zero inflation, dimana harga emas selalu bernilai stabil. Sebagai contoh,  harga 1 rumah 20 tahun yang lalu senilai 1 kg emas, begitu pula dengan harga rumah zaman sekarang memiliki nilai yang sama. Disini terjadi transfer kekayaan dari suatu periode zaman ke zaman berikutnya dengan perbandingan nilai yang sama.

Emas merupakan instrumen investasi paling likuid dibandingkan instrumen investasi yang lain. Contohnya, kasus Negara Zimbabwe yang mengalami inflasi tinggi, dimana harga sebuah roti senilai 1 triliun dolar zimbabwe. Bukti ini menunjukan uang kartal dan giral sudah tidak menjamin investasi masyarakat negara tersebut. Rakyat negara tersebut kembali menggunakan emas untuk transaksi ekonomi mereka maupun sebagai alat penimbunan kekayaan yang aman.

Keunggulan emas dibanding alat tukar yang lain menjadi sorotan tersendiri dalam dunia investasi. Perekonomian yang tidak stabil di era modern, menyebabkan emas menjadi instrumen investasi favorit masyarakat, baik konservatif maupun modern. Instrumen investasi ini populer dalam mengurangi resiko ber-investasi. Keunggulan emas tidak diragukan lagi dari zaman perundagian, pada zaman prasejarah, hingga sekarang ini. Kebutuhan sektor industri terhadap emas menjadi faktor lain dalam mempengaruhi lonjakan harga emas. Emas memiliki keunggulan sebagai instrumen investasi jika dibandingkan instrumen lain antara lain :
  • Emas merupakan uang barang yang likuid sepanjang masa.
  • Permintaan emas stabil, dan terjaga nilainya.
  • Harga emas ditentukan mekanisme pasar sehingga dapat dijadikan sebagai alat spekulatif yang aman.
  • Emas mudah disimpan, memiliki daya tahan tinggi, dan mudah dijual;
  • Emas menjadi dasar nilai uang kartal suatu negara.

Harga Emas tahun 1994 - 2015

Harga emas pada tahun 1994 sebesar Rp24.523.103,00 / kg, sedangkan pada tahun 2015 sebesar Rp551.363.667,00 / kg. Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa harga emas selalu melonjak mengikuti inflasi nilai tukar valuta, maupun barang dan jasa yang beredar di pasar. Kenaikan harga yang signifikan tersebut dipengaruhi oleh permintaan pasar emas di seluruh dunia.

Berinvestasi pada Emas dapat dilakukan dengan cara konvensional dengan membeli emas batangan atau perhiasan, kemudian menyimpan dan menjual pada saat dibutuhkan. Adapun cara lain, yaitu dengan teknik modern dengan membeli kontrak berjangka emas di bursa efek. Membeli efek ekuitas pada sebuah perusahaan pertambangan emas, hingga ikut penyertaan kolektif pendanaan proyek yang berhubungan dengan emas dapat dilakukan oleh investor untuk menjaga nilai investasi mereka.


   

No comments:

Post a Comment